Bencana Akibat Tangan Manusia

235 dibaca

Bangsa Indonesia mengalami musibah pada musim yang tidak menentu ini. Saudara kita yang berada di Garut, Jawa Barat mengalami musibah banjir bandang. Oleh karena itu, kita patut ikut berduka dengan mengulurkan bantuan doa dan harta benda yang kita punyai. Bila perlu kita datang langsung ke daerah bencana.

Perlu diketahui, musibah yang diberikan Allah sebagai peringatan agar kita kembali kepada kebenaran yang hakiki. Bencana alam berupa banjir bandang, yang menimpa saudara kita di Garut dalam pandangan Islam tidaklah sekadar fenomena alam. Alquran menyatakan dengan lugas bahwa segala kerusakan dan musibah yang menimpa umat manusia itu disebabkan oleh “perbuatan tangan mereka sendiri”. Karena menebang pohon dengan menggunakan tangan, tidak menggunakan kaki.

Tentu saja kata ‘tangan’ sebatas simbol perbuatan dosa/maksiat. Karena suatu perbuatan melanggar agama Islam melalui pancaindra, dan diprogram sedemikian rupa oleh otak, kehendak, dan hawa nafsu manusia untuk memperkaya diri dengan cara merusak alam lingkungan.

Perlu diketahui bencana banjir bandang ada kaitannya dengan dosa atau maksiat yang dilakukan oleh manusia-manusia pendurhaka. Allah Ta’ala berfirman, Dan apa saja musiban yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (Q.s. As-Syura: 30).

Ini menunjukkan bahwa tangan manusia yang merupakan penyebab terjadinya banjir bandang yang ada di Garut. Di mana tangan-tangan manusia telah menebang hutan secara berlebihan tanpa memperhitungkan kegunaannya. Akibatnya air hujan langsung turun menuju rumah-rumah warga dan jalan setapak.

Dari ‘Ali bin Abi Thalib ra, ia berkata, “Maukah aku kabarkan kalian dengan ayat paling utama di dalam Kitabullah yang disampaikan Rasulullah SAW kepada kami, yaitu dan apa saja musibah yang menimpa kamu. Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu.

Akhirnya, marilah kita perbaiki kualitas hubungan kita dengan Allah Ta’ala agar kualitas hubungan timbal balik kita dengan masyarakan dan alam lingkungan sekitar kita juga dapat diperbaiki dan berjalan secara harmonis. Karena keharmonisan itu akan menciptakan hubungan yang baik antara alam dan manusia.

Jangan sampai mengulangi melakukan pengrusakan lingkungan. Karena lingkungan hutan akan membawa dampak yang kurang baik terhadap manusia. Seperti banjir bandang yang dialami saudara-saudara kita yang ada di Garut yang saat ini kehilangan rumahnya. Juga harta benda yang selama ini dimiliki.

Juga dengan kepala daerah hendaknya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Karena lingkungan jika dikelola dengan baik akan memberikan dampak yang baik kepada rakyat. Namun bila dibiarkan ditebang oleh orang-orang yang haus akan kayu hutan, maka sudah barang tentu bencana banjir bandang akan terulang kembali.

Kepala daerah dalam hal ini memiliki tanggung jawab yang tinggi. Karena sebagai pemimpin rakyat. Jika mampu menjaga wilayahnya dengan baik, maka sudah barang tentu tidak akan terjadi musibah bencana banjir bandang.

Demikian pula dengan rakyat yang miskin maupun kaya hendaknya ikut melestarikan pohon-pohon yang ada di kebun maupun hutan. Sehingga mampu menghadang datangnya air dari langit. Semoga saja bencana alam tidak akan merembet ke daerah lain yang selama ini belum mengalami. Mengingat penderitaan rakyat sudah banyak.

Yahya Aziz, SAg, MPdI dosen UINSA Surabaya sebagaimana dituturkan kepada husnu mufid Redaktur posmo